Senin, 18 April 2016

Jalan Menuju Lapas Cilegon Akan Dibeton.


Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Cilegon menggelar kegiatan kerja bakti di jalan menuju Lapas Cilegon, kegiatan ini dilaksanakan karena akses dari arah Jalan Lingkar Selatan (JLS) menuju Lapas rusak parah dan banyak lubang sehingga sangat menyulitkan dalam berkendara.
Dalam kegiatan ini Lapas Cilegon mengerahkan seluruh petugas dan 15 Warga Binaan yang telah 2/3 dalam menjalani masa pidana.
“kami sangat prihatin dengan jalan akses menuju Lapas yang rusak parah ini, makanya kami kerja bakti untuk meambal jalan yang berlubang.” Tutur Kepala Lapas Andi M. Syarif.
Jalan menuju Lapas ini sudah setahun lebih dibiarkan rusak, Pihak Lapas telah menyurati Pemerintah Kota Cilegon dan berkoordinasi mengenai perbaikan, pihak Pemkot Cilegon telah merencakanan pada tahun ini aka nada betonisasi jalan Cikerai tersebut.
Dalam kunjungan ke Lapas Cilegon, Walikota Cilegon Iman Ariadi telah menganggarkan perbaikan jalan Cikerai untuk dibeton, “akan kami perbaiki jalan akses menuju Lapas, semoga tahun ini bisa terlaksana. Tutup Iman.

Kontributor-Fajar

Minggu, 17 April 2016

DEKLARASI ANTI NARKOBA PETUGAS LAPAS CILEGON

Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Cilegon menggandeng Badan Narkotika Nasional  (BNN) Provinsi Banten melakukan tes urine terhadap seluruh petugas Lapas Cilegon, Sabtu (16/4). Pemeriksaan itu dilakukan sebagai bentuk deklarasi perang melawan narkoba dari Lapas Cilegon.
Selain dilakukan tes urine seluruh pegawai juga melaksanakan apel dalam rangka deklarasi perang melawan narkoba, para pegawai membubuhkan tanda tangan pada deklarasi tersebut. Juga ada perwakilan dari Warga Binaan yang membubuhkan tanda tangan.
Kepala Lapas Cilegon Andi M Syarif menyatakan bahwa seluruh pegawainya mengikuti tes urine tersebut “Sejak awal kami menyatakan perang terhadap narkoba terutama di internal Lapas. Makanya, kami siap melakukan pengecekan secara berkala.” Kata pria berkumis yang kerap disapa Andi ini.
Dia menegaskan, apabila ada salah satu stafnya terbukti memakai narkoba atau bahkan mengedarkan, bakal diberikan sanksi yaitu pemecatan sesuai arahan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia.

BNNP Banten mengirimkan tiga petugasnya untuk melaksanakan tes tersebut, “Alhamdulillah semua petugas Lapas Cilegon negatif narkoba.” Tutup Suci salah satu petugas dari BBNP Banten.

Kontributor-Fajar

SATUAN BINMAS POLRES CILEGON SAMBANGI LAPAS CILEGON


Cilegon, INFO_PAS, Akhir-akhir ini kita disibukkan dengan pemberitaan tentang peredaran gelap Narkoba, oleh karena itu pada hari Kamis (12/04/2016) Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Kepolisian Resort Cilegon menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon untuk mensosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Cilegon.
Dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas Polres Cilegon, Chotidjah memberikan pengarahan kepada WBP, “jangan sekali-kali bersentuhan dengan narkoba, karena sekali anda bersentuhan maka seterusnya anda akan kecanduan”. Paparnya.
Senada dengan yang disampaikan oleh Kasat Binmas, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Cilegon, Andi M. Syarif menuturkan bahwa mayoritas penghuni di Lapas Cilegon adalah pengedar dan pengguna narkotika, “Cilegon adalah tempat strategis untuk perdaran narkoba, karena disini adalah pintu masuk dari arah Sumatera menuju Jawa melalui pelabuhan Merak, makanya di Lapas kami mayoritas adalah pengedar dan pengguna Narkotika”. Imbuhnya.
Dari 402 Warga Binaan Pemasyarakatan (data per 12 April 2016) yang menghuni Lapas Cilegon, 140 adalah tahanan dan narapidana yang tersangkut kasus narkotika.

Kontributor-Fajar

Minggu, 10 April 2016

PORSENAP LAPAS CILEGON MENJADIKAN LAPAS ZERO NARKOBA



Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon mengadakan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap) tingkat Lapas Cilegon yang pembukaan nya dilaksanakan pada hari Kamis (07/04/2016).
Apel bersama dan dilanjutkan dengan pembukaan Porsenap ini dilaksanakan di lapangan dalam Blok hunian, seluruh pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti apel tersebut, dalam sambutan nya Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) sekaligus mencanangkan bahwa Lapas Cilegon bebas dari Peredaran Narkoba, “kami sangat konsen dengan Peredaran gelap narkoba terbukti beberapa waktu lalu kami berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ganja ke dalam Lapas Cilegon yang dilakukan oleh istri tahanan yang dititipkan dari Polres Cilegon”. Tutur mantan Kepala Rumah Tahanan Blora ini.
Banyak perlombaan yang diselenggarakan oleh panitia Porsenap Lapas Cilegon, diantaranya futsal dan bola volley, setiap kamar hunian mengirimkan perwakilan untuk mengikuti perlombaan, pada saat open ceremony dilakukan pertandingan eksebisi bola volley antara petugas wanita dan WBP wanita. “biasanya kami hanya melihat warga laki-laki bermain, sekarang kami sendiri bermain volley ternyata susah gampang ya”. Tutur salah satu WBP perempuan.
Tidak ada hadiah yang besar, namun dari Porsenap ini dapat mempererat persatuan antara petugas dan WBP sehingga tercipta Lapas Cilegon yang kondusif.


Kontributor-Fajar

Selasa, 15 Maret 2016

PEGAWAI LAPAS CILEGON DIBERI PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS


Cilegon, INFO_PAS, Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon diberikan penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS pada hari Rabu (16/03/2016), bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Cilegon yang diadakan di aula Lapas Cilegon. Acara yang dibuka oleh kepala Lapas Cilegon, Andi M Syarif ini diikuti oleh seluruh pegawai baik staf ataupun regu jaga.
Menurut Redi, Dokter dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon “kami memberikan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS bagi petugas Lapas Cilegon, baik cara penularan dan bagaimana penyakit ini berkembang biak dalam tubuh manusia, karena penyakit ini sangat mudah untuk menular baik itu dari jarum suntik, narkoba, bergonta-ganti pasangan” tuturnya.
Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi petugas Lapas Cilegon karena langsung bersentuhan dengan Warga Binaan, oleh karena itu sebagai petugas juga mempunyai resiko tinggi tertular HIV. Tetapi dalam penyuluhan ini petugas diberi pengetahuan bahwa HIV/AIDS ini tidak menular dengan cara bersentuhan tangan (bersalaman) ataupun makan secara bersama.
Ditemui ketika acara berlangsung Kepala Lapas Cilegon, Andi menuturkan “seluruh petugas Lapas harus siap untuk mengahadapi segala resiko ketika berhadapan dengan Warga Binaan tak terkecuali dengan HIV, maka dari itu kita harus paham bagaimana penyakit ini menular dan bagaimana menangani Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)”. Kata Mantan Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Larantuka ini.
  

Kontributor-Fajar

Selasa, 23 Februari 2016

LAPAS CILEGON ADAKAN PEMERIKSAAN HIV/AIDS KEPADA WARGA BINAAN



Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Cilegon mengadakan pemeriksaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan mengenai bahaya Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Menurut Indah, petugas dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon “kami memberikan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS bagi warga binaan Lapas Cilegon, karena penyakit ini sangat mudah untuk menular baik itu dari jarum suntik, narkoba, bergonta-ganti pasangan, di Lapas ini kan mayoritas penghuninya adalah penyalahguna narkoba oleh karena itu kami diundang untuk mengadakan pemeriksaan”, tuturnya.

Penyuluhan dan pemeriksaan ini diikuti oleh 43 WBP Lapas Cilegon, dan dilaksanakan di klinik kesehatan Lapas Cilegon, tim dari Dinas Kesehatan berjumlah lima orang terdiri dari, dua dokter dan petugas laboratorium. Sebelum dilakukan pemeriksaan, diberikan penyuluhan terlebih dahulu tentang bahaya dari HIV/AIDS oleh tim dari Dinas Kesehatan.

Ditemui ketika acara berlangsung Kepala Lapas Cilegon, Andi menuturkan “pemeriksaan ini sangat penting untuk mengetahui apakah di Lapas Cilegon ditemui adanya Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), apabila nanti ditemukan (positif HIV/AIDS – red) maka akan dilakukan pemeriksaan lebih intensif”. Kata Mantan Kepala Pengamanan Rumah Tahanan (KPR) Salemba ini.

“Semoga saja Warga Binaan kami negative semua” tutupnya.
  

Kontributor-Fajar

Senin, 22 Februari 2016

LAPAS CILEGON GANDENG YAYASAN MARHAEN BERIKAN MOTIVASI KEPADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN


Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III (Lapas) Cilegon bekerjasama dengan Yayasan Marhaen yang beralamat di Bekasi memberikan penyuluhan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar mempunyai semangat dalam menjalani masa hukuman di dalam Lapas Cilegon, Selasa (23/2/2016) pagi.
“kami memberikan motivasi agar para tahanan disini mempunyai semangat, dan tidak berputus asa walaupun mereka dihukum,” ujar Gersom motivator dari yayasan Marhaen.
Penyuluhan ini diikuti oleh 50 WBP yang sedang menjalani masa pidana di Lapas Cilegon, materi yang diberikan berupa motivasi kepada para WBP agar tabah dalam menjalani masa hukuman. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB, dan dibuka oleh Gersom dengan menyampaikan kiat-kiat dalam mengahadapi masalah yang dihadapi.
“ketika menghadapi masalah pertama yang harus dilakukan jangan panic, karena ketika kita panik maka pikiran kita pasti kosong dan tidak mempunyai jalan keluar untuk menghadapi masalah”. Lanjutnya.
Salah satu Warga Binaan yang kita minta pendapat mengapresiasi adanya penyuluhan ini, “kami mempunyai semangat lagi pak setelah mendapat motivasi ini,” tutur WBP berinisial Hn ini.
Penyuluhan ini diselenggarakan berkat kerjasama antara Lapas Cilegon dengan Yayasan Marhaen setiap satu bulan sekali.

Kontributor-Fajar

Minggu, 21 Februari 2016

Geliat Program Pembinaan Lapas Cilegon

Selain menggalakkan kegiatan penghijauan Lapas Cilegon juga melaksanakan kegiatan bimbingan kerja bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, kegiatan itu mendorong WBP untuk aktif dan kreatif agar ketika mereka kembali ke dalam masyarakat merak sudah dibekali dengan berbagai keterampilan, salah satu kegiatan bimbingan kerja yang paling banyak diminati adalah pembuatan kerajinan tangan berbahan kertas Koran, dari kertas Koran ini di buat menjadi bebagai kerajinan contohnya jam dinding, lampu tidur, vas bunga, dan masih banyak yang lain
 











Salah satu kegiatan WBP di Lapas Cilegon
Salah satu yang paling banyak digemari adalah jam dinding motif terbuat dari Koran bahkan jam ini sudah banyak dipesan dari masyarakat luar, petugas bimbingan kerja memasarkan produk ini melalui media sosial dan jejaring sosial, ada juga yang dijual melalui took online.
 











Salah satu hasil kerajinan WBP Lapas Cilegon



Selain diberikan keahlian dalam hal membuat kerajinan Warga Binaan Pemasyarakatan juga dibekali bimbingan rohani, setiap hari WBP diberi kegiatan pengajian oleh ustadz, baca Al-Qur’an diharapkan walaupun WBP terpenjara di dalam namun tidak menyurutkan niat untuk tetap beribadah kepada Allah SWT. Bahkan pada saat kegiatan memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW., Lapas Cilegon menyelenggarakan berbagai macam lomba, seperti lomba ceramah, lomba adzan dll.
 











Kalapas Cilegon saat memberikan sambutan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW.
 











Pemenang lomba berfoto bersama dengan Kalapas Cilegon
Selain itu juga Lapas Cilegon turut serta dalam kegiatan perbaikan jalan sekitar Lapas, dengan mengerahkan 12 WBP yang di awasi sepenuhnya oleh petugas, penambalan jalan yang berlubang di sekitar Lapas sangat diapresiasi oleh masyarakat sekitar, jalan yang tadinya berlubang sekarang sudah terlihat rapi. Masyarakat sangat berterima kasih kepada pihak Lapas karena jalan memang sudah parah dan sampai saat ini belum ada perhatian dari pihak Pemerintah Kota Cilegon.
 











Acara Bhakti lingkungan Petugas dan WBP

Mengubah Lahan Tidur Menjadi Lahan Produktif Ala Kalapas Cilegon

LAPAS CILEGON MEMBANGUN LAHAN TIDUR MENJADI LAHAN PRODUKTIF




Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas III Cilegon adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Banten, Lapas Cilegon berada di Link Karotek Jl. Cikerai Kp. Koweni Kelurahan Kalitimbang Kecamatan Cibeber Kota Cilegon ini mempunyai kapasitas hunian 1300 Warga Binaan (WBP), kapasitasnya terbesar diantara UPT se – Banten, tetapi jumlah penghuni sampai dengan tanggal 19 Februari sebanyak 284 WBP, ini dikarenakan terbatasnya personil yang ada di Lapas Cilegon, jumlah pegawai secara keseluruhan adalah 37 pegawai, dari 37 pegawai 16 diantaranya adalah komandan jaga, P2U dan regu jaga. Praktis dengan jumlah ini personil di Lapas Cilegon sangat minim mengingat jumlah Blok hunian yang harus dijaga yaitu 3 blok ditambah dengan pos jaga yang berjumlah 6. Namun hal ini tidak menyurutkan langkah kami untuk terus mengabdi kepada negeri, hal ini justru mendorong kami untuk tetap waspada dan merapatkan barisan untuk menjaga agar Lapas Cilegon dalam keadaan yang kondusif.


Kalapas Cilegon turun gunung dalam pengolahan lahan tidur di Lapas Cilegon

Lapas cilegon berdiri diatas + 5 hektar tanah yang berupa cadas dan batuan, oleh karena itu sangat mustahil untuk ditanami pohon ataupun sayuran. Akhir-akhir ini Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Cilegon Andi M Syarif sedang gencar melakukan cocok tanam di lahan area Lapas Cilegon yang berupa lahan tandus (cadas-red). Melihat struktur tanah di lingkungan Lapas yang berupa batuan cadas, Kalapas yang asli dari Makasar ini tak habis akal, beliau membuat ramuan pupuk yang berasal dari kotoran kerbau dicampur dengan sekam yang dibakar. Kalapas yang setiap sore turun langsung dalam pengolahan tanah ini punya trik jitu agar tanah yang tidak produktif menjadi lahan yang produktif, sebelum tanah diolah, seperti biasa tanah dicangkul agar lebih gampang dalam pengolahan lalu media yang akan dijadikan pupuk adalah kompos yang terdiri dari kotoran ternak dicampur dengan sekam.







               







Kalapas Cilegon memberikan arahan agar tanah diolah dengan benar

Cara ini terbilang ampuh karena sayuran yang ditanam di media tanam ini tumbuh subur. Di area depan gerbang Lapas ditanami dengan berbagai sayuran dan buah-buahan seperti, kangkung, terong, papaya dan mangga.
 










Warga Binaan sedang mengolah tanah untuk dijadikan pupuk

Begitu juga dengan area dalam Lapas Cilegon, di sekitar area masjid ditanami dengan jahe merah dan tanaman bunga, berkat tangan dingin Andi (kalapas-red) tanah yang awalnya tandus dan tidak bisa ditanami sekarang menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan.
 
















Kalapas Cilegon mengajari warga cara menanam sayuran



           









Tanaman jahe merah yang tumbuh subur di lahan tandus.


Kamis, 04 Februari 2016

LAPAS CILEGON GANDENG POLRES GELAR RAZIA


Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III (Lapas) Cilegon bekerjasama dengan Satresnarkoba Polres Cilegon melaksanakan kegiatan Inspeksi Mendadak (sidak) di Lapas Cilegon terkait maraknya berita tentang narkoba di dalam Lapas, dalam operasi ini tidak diketemukan benda-benda yang mencurigakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Narkotika dan sejenisnya yang menjadi sasaran, tak ditemukan meski polisi menggeledah setiap kamar yang terdapat di Blok A, Blok B, dan Blok tahanan perempuan saat razia, Kamis (4/2/2016) sore.
“Lapas adalah salah satu target utama kita karena diduga banyak pengendali narkoba dari lapas. Setelah kita cek semua, terutama kamar tahanan narkoba di Lapas CIlegon, sejauh ini tidak ditemukan (narkoba),” ujar Kasatresnarkoba Polres Cilegon AKP Gogo Galesung.
Sidak ini tidak hanya dilaksanakan di dalam kamar hunian tetapi di seluruh area Lapas seperti di lokasi perkebunanan, di area sekitar Blok hunian, di Poliklinik, di area Balai Latihan Kerja. Hasilnya tetap sama, nihil.
Disinggung mengenai apakah ada sasaran tertentu dalam sidak ini Gogo member pernyataan. “Secara detail, saya belum bisa jelaskan karena masih dalam penyelidikan. Yang pasti kita harus aksi dan bereaksi keras dengan adanya kejadian-kejadian peredaran narkoba di lapas,” kata mantan Kasat narkoba Polres Lebak ini.
Di tempat yang sama, Kepala Lapas Kelas III Cilegon Andi M Syarif mengatakan, dari 276 penghuni lapas, 50 persen di antaranya adalah narapidana kasus narkoba. Dirinya mengaku mengapresiasi adanya razia. “(Razia) ini kan demi kepentingan bersama. Yang pasti kami juga berupaya maksimal dalam pemberantasan narkoba. Seperti melalui peningkatan pengawasan dan pengetatan penjagaan setiap tamu yang masuk. Kita geledah badan dan barang, meskipun dengan segala keterbatasan personel kita,” katanya.

Kontributor-Fajar

Kalapas Cilegon : "mari menanam sayur"


Cilegon, INFO_PAS, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon Andi M Syarif sedang gencar melakukan cocok tanam berupa tanaman sayuran. Melihat struktur tanah di lingkungan Lapas yang berupa batuan cadas, Kalapas yang asli dari Makasar ini tak habis akal, beliau membuat ramuan pupuk yang berasal dari kotoran kerbau dicampur dengan sekam yang dibakar.
“batuan cadas ini sangat sulit untuk ditanami karena tidak adanya sifat basa pada tanah, maka saya berinisiatif membuat pupuk sendiri.” Tukasnya.
Komposisi pupuk ini sangat mudah dibuat yaitu tanah, kotoran kerbau dan sekam, mula-mula tanah diayak agar terpisah antara tanah dan batuan, setelah itu dicampur dengan kotoran kerbau baru setelah itu dicampur dengan sekam yang sebelumnya diolah.
Cara ini terbilang ampuh karena sayuran yang ditanam di media tanam ini tumbuh subur. Oleh karena itu Lapas Cilegon sedang bersiap untuk memproduksi pupuk ini secara masal. Dengan adanya produksi pupuk ini maka secara financial pupuk produksi Lapas Cilegon akan menghasilkan pendapatan.
Menurut Dadang Suhanda petugas perkebunan Lapas Cilegon, “sampel pupuk kami diminati ketika ada pameran karya Narapidana yang diselenggarakan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Banten, banyak yang pesan pupuk dari Lapas Cilegon” tutupnya.

Kontributor-Fajar