Rabu, 09 November 2016
Senin, 18 April 2016
Jalan Menuju Lapas Cilegon Akan Dibeton.
Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan
(Lapas) Kelas III Cilegon menggelar kegiatan kerja bakti di jalan menuju Lapas
Cilegon, kegiatan ini dilaksanakan karena akses dari arah Jalan Lingkar Selatan
(JLS) menuju Lapas rusak parah dan banyak lubang sehingga sangat menyulitkan
dalam berkendara.
Dalam kegiatan ini Lapas Cilegon
mengerahkan seluruh petugas dan 15 Warga Binaan yang telah 2/3 dalam menjalani
masa pidana.
“kami sangat prihatin dengan
jalan akses menuju Lapas yang rusak parah ini, makanya kami kerja bakti untuk
meambal jalan yang berlubang.” Tutur Kepala Lapas Andi M. Syarif.
Jalan menuju Lapas ini sudah
setahun lebih dibiarkan rusak, Pihak Lapas telah menyurati Pemerintah Kota
Cilegon dan berkoordinasi mengenai perbaikan, pihak Pemkot Cilegon telah
merencakanan pada tahun ini aka nada betonisasi jalan Cikerai tersebut.
Dalam kunjungan ke Lapas Cilegon,
Walikota Cilegon Iman Ariadi telah menganggarkan perbaikan jalan Cikerai untuk
dibeton, “akan kami perbaiki jalan akses menuju Lapas, semoga tahun ini bisa
terlaksana. Tutup Iman.
Kontributor-Fajar
Minggu, 17 April 2016
DEKLARASI ANTI NARKOBA PETUGAS LAPAS CILEGON
Cilegon, INFO_PAS, Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Cilegon menggandeng Badan Narkotika
Nasional (BNN) Provinsi Banten melakukan
tes urine terhadap seluruh petugas Lapas Cilegon, Sabtu (16/4). Pemeriksaan itu
dilakukan sebagai bentuk deklarasi perang melawan narkoba dari Lapas Cilegon.
Selain dilakukan tes urine
seluruh pegawai juga melaksanakan apel dalam rangka deklarasi perang melawan
narkoba, para pegawai membubuhkan tanda tangan pada deklarasi tersebut. Juga
ada perwakilan dari Warga Binaan yang membubuhkan tanda tangan.
Kepala Lapas Cilegon Andi M
Syarif menyatakan bahwa seluruh pegawainya mengikuti tes urine tersebut “Sejak
awal kami menyatakan perang terhadap narkoba terutama di internal Lapas.
Makanya, kami siap melakukan pengecekan secara berkala.” Kata pria berkumis
yang kerap disapa Andi ini.
Dia menegaskan, apabila ada salah
satu stafnya terbukti memakai narkoba atau bahkan mengedarkan, bakal diberikan
sanksi yaitu pemecatan sesuai arahan dari Menteri Hukum dan HAM Republik
Indonesia.
BNNP Banten mengirimkan tiga
petugasnya untuk melaksanakan tes tersebut, “Alhamdulillah semua petugas Lapas
Cilegon negatif narkoba.” Tutup Suci salah satu petugas dari BBNP Banten.
Kontributor-Fajar
SATUAN BINMAS POLRES CILEGON SAMBANGI LAPAS CILEGON
Cilegon, INFO_PAS, Akhir-akhir
ini kita disibukkan dengan pemberitaan tentang peredaran gelap Narkoba, oleh
karena itu pada hari Kamis (12/04/2016) Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat
(Kasat Binmas) Kepolisian Resort Cilegon menyambangi Lembaga Pemasyarakatan
(Lapas) Cilegon untuk mensosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada Warga
Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Cilegon.
Dalam kegiatan tersebut Kasat
Binmas Polres Cilegon, Chotidjah memberikan pengarahan kepada WBP, “jangan
sekali-kali bersentuhan dengan narkoba, karena sekali anda bersentuhan maka
seterusnya anda akan kecanduan”. Paparnya.
Senada dengan yang disampaikan
oleh Kasat Binmas, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Cilegon, Andi M. Syarif
menuturkan bahwa mayoritas penghuni di Lapas Cilegon adalah pengedar dan
pengguna narkotika, “Cilegon adalah tempat strategis untuk perdaran narkoba,
karena disini adalah pintu masuk dari arah Sumatera menuju Jawa melalui
pelabuhan Merak, makanya di Lapas kami mayoritas adalah pengedar dan pengguna
Narkotika”. Imbuhnya.
Dari 402 Warga Binaan
Pemasyarakatan (data per 12 April 2016) yang menghuni Lapas Cilegon, 140 adalah
tahanan dan narapidana yang tersangkut kasus narkotika.
Kontributor-Fajar
Minggu, 10 April 2016
PORSENAP LAPAS CILEGON MENJADIKAN LAPAS ZERO NARKOBA
Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon mengadakan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap) tingkat Lapas Cilegon yang pembukaan nya dilaksanakan pada hari Kamis (07/04/2016).
Apel bersama dan dilanjutkan
dengan pembukaan Porsenap ini dilaksanakan di lapangan dalam Blok hunian,
seluruh pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti apel tersebut,
dalam sambutan nya Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) sekaligus mencanangkan
bahwa Lapas Cilegon bebas dari Peredaran Narkoba, “kami sangat konsen dengan
Peredaran gelap narkoba terbukti beberapa waktu lalu kami berhasil menggagalkan
upaya penyelundupan ganja ke dalam Lapas Cilegon yang dilakukan oleh istri
tahanan yang dititipkan dari Polres Cilegon”. Tutur mantan Kepala Rumah Tahanan
Blora ini.
Banyak perlombaan yang
diselenggarakan oleh panitia Porsenap Lapas Cilegon, diantaranya futsal dan
bola volley, setiap kamar hunian mengirimkan perwakilan untuk mengikuti
perlombaan, pada saat open ceremony dilakukan
pertandingan eksebisi bola volley antara petugas wanita dan WBP wanita. “biasanya
kami hanya melihat warga laki-laki bermain, sekarang kami sendiri bermain
volley ternyata susah gampang ya”. Tutur salah satu WBP perempuan.
Tidak ada hadiah yang besar,
namun dari Porsenap ini dapat mempererat persatuan antara petugas dan WBP
sehingga tercipta Lapas Cilegon yang kondusif.
Kontributor-Fajar
Selasa, 15 Maret 2016
PEGAWAI LAPAS CILEGON DIBERI PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS
Cilegon, INFO_PAS, Petugas Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon diberikan penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS
pada hari Rabu (16/03/2016), bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Cilegon yang
diadakan di aula Lapas Cilegon. Acara yang dibuka oleh kepala Lapas Cilegon,
Andi M Syarif ini diikuti oleh seluruh pegawai baik staf ataupun regu jaga.
Menurut Redi, Dokter dari Dinas
Kesehatan Kota Cilegon “kami memberikan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS bagi petugas
Lapas Cilegon, baik cara penularan dan bagaimana penyakit ini berkembang biak
dalam tubuh manusia, karena penyakit ini sangat mudah untuk menular baik itu
dari jarum suntik, narkoba, bergonta-ganti pasangan” tuturnya.
Penyuluhan ini sangat bermanfaat
bagi petugas Lapas Cilegon karena langsung bersentuhan dengan Warga Binaan,
oleh karena itu sebagai petugas juga mempunyai resiko tinggi tertular HIV.
Tetapi dalam penyuluhan ini petugas diberi pengetahuan bahwa HIV/AIDS ini tidak
menular dengan cara bersentuhan tangan (bersalaman) ataupun makan secara
bersama.
Ditemui ketika acara berlangsung
Kepala Lapas Cilegon, Andi menuturkan “seluruh petugas Lapas harus siap untuk
mengahadapi segala resiko ketika berhadapan dengan Warga Binaan tak terkecuali
dengan HIV, maka dari itu kita harus paham bagaimana penyakit ini menular dan
bagaimana menangani Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)”. Kata Mantan Kepala Rumah
Tahanan (Rutan) Larantuka ini.
Kontributor-Fajar
Selasa, 23 Februari 2016
LAPAS CILEGON ADAKAN PEMERIKSAAN HIV/AIDS KEPADA WARGA BINAAN
Cilegon, INFO_PAS, Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Cilegon
mengadakan pemeriksaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan mengenai bahaya Human
Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).
Menurut Indah, petugas dari Dinas
Kesehatan Kota Cilegon “kami memberikan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS bagi
warga binaan Lapas Cilegon, karena penyakit ini sangat mudah untuk menular baik
itu dari jarum suntik, narkoba, bergonta-ganti pasangan, di Lapas ini kan
mayoritas penghuninya adalah penyalahguna narkoba oleh karena itu kami diundang
untuk mengadakan pemeriksaan”, tuturnya.
Penyuluhan dan pemeriksaan ini
diikuti oleh 43 WBP Lapas Cilegon, dan dilaksanakan di klinik kesehatan Lapas
Cilegon, tim dari Dinas Kesehatan berjumlah lima orang terdiri dari, dua dokter
dan petugas laboratorium. Sebelum dilakukan pemeriksaan, diberikan penyuluhan
terlebih dahulu tentang bahaya dari HIV/AIDS oleh tim dari Dinas Kesehatan.
Ditemui ketika acara berlangsung
Kepala Lapas Cilegon, Andi menuturkan “pemeriksaan ini sangat penting untuk
mengetahui apakah di Lapas Cilegon ditemui adanya Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA),
apabila nanti ditemukan (positif HIV/AIDS – red) maka akan dilakukan
pemeriksaan lebih intensif”. Kata Mantan Kepala Pengamanan Rumah Tahanan (KPR)
Salemba ini.
“Semoga saja Warga Binaan kami negative
semua” tutupnya.
Kontributor-Fajar
Senin, 22 Februari 2016
LAPAS CILEGON GANDENG YAYASAN MARHAEN BERIKAN MOTIVASI KEPADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN
Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III (Lapas)
Cilegon bekerjasama dengan Yayasan Marhaen yang
beralamat di Bekasi memberikan penyuluhan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan
(WBP) agar mempunyai semangat dalam menjalani masa hukuman di dalam Lapas
Cilegon, Selasa (23/2/2016) pagi.
“kami memberikan motivasi agar para tahanan disini
mempunyai semangat, dan tidak berputus asa walaupun mereka dihukum,” ujar Gersom
motivator dari yayasan Marhaen.
Penyuluhan ini diikuti oleh 50 WBP yang sedang
menjalani masa pidana di Lapas Cilegon, materi yang diberikan berupa motivasi
kepada para WBP agar tabah dalam menjalani masa hukuman. Acara dimulai pada
pukul 10.00 WIB, dan dibuka oleh Gersom dengan menyampaikan kiat-kiat dalam
mengahadapi masalah yang dihadapi.
“ketika menghadapi masalah pertama yang harus
dilakukan jangan panic, karena ketika kita panik maka pikiran kita pasti kosong
dan tidak mempunyai jalan keluar untuk menghadapi masalah”. Lanjutnya.
Salah satu Warga Binaan yang kita minta pendapat mengapresiasi
adanya penyuluhan ini, “kami mempunyai semangat lagi pak setelah mendapat
motivasi ini,” tutur WBP berinisial Hn ini.
Penyuluhan ini diselenggarakan berkat kerjasama
antara Lapas Cilegon dengan Yayasan Marhaen setiap satu bulan sekali.
Kontributor-Fajar
Minggu, 21 Februari 2016
Geliat Program Pembinaan Lapas Cilegon
Selain menggalakkan
kegiatan penghijauan Lapas Cilegon juga melaksanakan kegiatan bimbingan kerja
bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, kegiatan itu mendorong WBP untuk aktif dan
kreatif agar ketika mereka kembali ke dalam masyarakat merak sudah dibekali
dengan berbagai keterampilan, salah satu kegiatan bimbingan kerja yang paling
banyak diminati adalah pembuatan kerajinan tangan berbahan kertas Koran, dari
kertas Koran ini di buat menjadi bebagai kerajinan contohnya jam dinding, lampu
tidur, vas bunga, dan masih banyak yang lain
Salah satu kegiatan WBP
di Lapas Cilegon
Salah satu
yang paling banyak digemari adalah jam dinding motif terbuat dari Koran bahkan
jam ini sudah banyak dipesan dari masyarakat luar, petugas bimbingan kerja
memasarkan produk ini melalui media sosial dan jejaring sosial, ada juga yang
dijual melalui took online.
Salah satu hasil kerajinan WBP Lapas Cilegon
Selain diberikan
keahlian dalam hal membuat kerajinan Warga Binaan Pemasyarakatan juga dibekali bimbingan
rohani, setiap hari WBP diberi kegiatan pengajian oleh ustadz, baca Al-Qur’an
diharapkan walaupun WBP terpenjara di dalam namun tidak menyurutkan niat untuk
tetap beribadah kepada Allah SWT. Bahkan pada saat kegiatan memperingati Maulud
Nabi Muhammad SAW., Lapas Cilegon menyelenggarakan berbagai macam lomba,
seperti lomba ceramah, lomba adzan dll.
Kalapas Cilegon saat memberikan sambutan dalam rangka Maulid Nabi
Muhammad SAW.
Pemenang lomba berfoto
bersama dengan Kalapas Cilegon
Selain itu
juga Lapas Cilegon turut serta dalam kegiatan perbaikan jalan sekitar Lapas,
dengan mengerahkan 12 WBP yang di awasi sepenuhnya oleh petugas, penambalan
jalan yang berlubang di sekitar Lapas sangat diapresiasi oleh masyarakat
sekitar, jalan yang tadinya berlubang sekarang sudah terlihat rapi. Masyarakat sangat
berterima kasih kepada pihak Lapas karena jalan memang sudah parah dan sampai
saat ini belum ada perhatian dari pihak Pemerintah Kota Cilegon.
Acara Bhakti lingkungan
Petugas dan WBP
Mengubah Lahan Tidur Menjadi Lahan Produktif Ala Kalapas Cilegon
LAPAS CILEGON
MEMBANGUN LAHAN TIDUR MENJADI LAHAN PRODUKTIF
Lembaga Pemasyarakatan (lapas)
Kelas III Cilegon adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah
naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Banten, Lapas
Cilegon berada di Link Karotek Jl. Cikerai Kp. Koweni Kelurahan Kalitimbang
Kecamatan Cibeber Kota Cilegon ini mempunyai kapasitas hunian 1300 Warga Binaan
(WBP), kapasitasnya terbesar diantara UPT se – Banten, tetapi jumlah penghuni
sampai dengan tanggal 19 Februari sebanyak 284 WBP, ini dikarenakan terbatasnya
personil yang ada di Lapas Cilegon, jumlah pegawai secara keseluruhan adalah 37
pegawai, dari 37 pegawai 16 diantaranya adalah komandan jaga, P2U dan regu
jaga. Praktis dengan jumlah ini personil di Lapas Cilegon sangat minim
mengingat jumlah Blok hunian yang harus dijaga yaitu 3 blok ditambah dengan pos
jaga yang berjumlah 6. Namun hal ini tidak menyurutkan langkah kami untuk terus
mengabdi kepada negeri, hal ini justru mendorong kami untuk tetap waspada dan
merapatkan barisan untuk menjaga agar Lapas Cilegon dalam keadaan yang
kondusif.
Kalapas Cilegon turun gunung dalam pengolahan lahan tidur di Lapas Cilegon
Lapas cilegon berdiri diatas +
5 hektar tanah yang berupa cadas dan batuan, oleh karena itu sangat mustahil
untuk ditanami pohon ataupun sayuran. Akhir-akhir ini Kepala Lembaga
Pemasyarakatan (Kalapas) Cilegon Andi M Syarif sedang gencar melakukan cocok
tanam di lahan area Lapas Cilegon yang berupa lahan tandus (cadas-red). Melihat
struktur tanah di lingkungan Lapas yang berupa batuan cadas, Kalapas yang asli
dari Makasar ini tak habis akal, beliau membuat ramuan pupuk yang berasal dari
kotoran kerbau dicampur dengan sekam yang dibakar. Kalapas yang setiap sore
turun langsung dalam pengolahan tanah ini punya trik jitu agar tanah yang tidak
produktif menjadi lahan yang produktif, sebelum tanah diolah, seperti biasa
tanah dicangkul agar lebih gampang dalam pengolahan lalu media yang akan
dijadikan pupuk adalah kompos yang terdiri dari kotoran ternak dicampur dengan
sekam.
Kalapas Cilegon memberikan
arahan agar tanah diolah dengan benar
Cara ini terbilang ampuh karena sayuran yang ditanam di
media tanam ini tumbuh subur. Di area depan gerbang Lapas ditanami dengan
berbagai sayuran dan buah-buahan seperti, kangkung, terong, papaya dan mangga.
Warga Binaan sedang
mengolah tanah untuk dijadikan pupuk
Begitu juga dengan area dalam Lapas Cilegon, di sekitar area
masjid ditanami dengan jahe merah dan tanaman bunga, berkat tangan dingin Andi
(kalapas-red) tanah yang awalnya tandus dan tidak bisa ditanami sekarang
menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan.
Kalapas Cilegon mengajari
warga cara menanam sayuran
Tanaman jahe merah yang tumbuh
subur di lahan tandus.
Kamis, 04 Februari 2016
LAPAS CILEGON GANDENG POLRES GELAR RAZIA
Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III (Lapas)
Cilegon bekerjasama dengan Satresnarkoba Polres
Cilegon melaksanakan kegiatan Inspeksi Mendadak (sidak) di Lapas Cilegon
terkait maraknya berita tentang narkoba di dalam Lapas, dalam operasi ini tidak
diketemukan benda-benda yang mencurigakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)
Kelas III Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Narkotika dan
sejenisnya yang menjadi sasaran, tak ditemukan meski polisi menggeledah setiap
kamar yang terdapat di Blok A, Blok B, dan Blok tahanan perempuan saat razia,
Kamis (4/2/2016) sore.
“Lapas adalah salah satu target utama kita karena
diduga banyak pengendali narkoba dari lapas. Setelah kita cek semua, terutama
kamar tahanan narkoba di Lapas CIlegon, sejauh ini tidak ditemukan (narkoba),”
ujar Kasatresnarkoba Polres Cilegon AKP Gogo Galesung.
Sidak ini tidak hanya dilaksanakan di dalam kamar
hunian tetapi di seluruh area Lapas seperti di lokasi perkebunanan, di area
sekitar Blok hunian, di Poliklinik, di area Balai Latihan Kerja. Hasilnya tetap
sama, nihil.
Disinggung mengenai apakah ada sasaran tertentu
dalam sidak ini Gogo member pernyataan. “Secara detail, saya belum bisa
jelaskan karena masih dalam penyelidikan. Yang pasti kita harus aksi dan
bereaksi keras dengan adanya kejadian-kejadian peredaran narkoba di lapas,”
kata mantan Kasat narkoba Polres Lebak ini.
Di tempat yang sama, Kepala Lapas Kelas III Cilegon
Andi M Syarif mengatakan, dari 276 penghuni lapas, 50 persen di antaranya
adalah narapidana kasus narkoba. Dirinya mengaku mengapresiasi adanya razia.
“(Razia) ini kan demi kepentingan bersama. Yang pasti kami juga berupaya
maksimal dalam pemberantasan narkoba. Seperti melalui peningkatan pengawasan
dan pengetatan penjagaan setiap tamu yang masuk. Kita geledah badan dan barang,
meskipun dengan segala keterbatasan personel kita,” katanya.
Kontributor-Fajar
Kalapas Cilegon : "mari menanam sayur"
Cilegon, INFO_PAS, Kepala Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon Andi M Syarif sedang gencar melakukan cocok
tanam berupa tanaman sayuran. Melihat struktur tanah di lingkungan Lapas yang
berupa batuan cadas, Kalapas yang asli dari Makasar ini tak habis akal, beliau
membuat ramuan pupuk yang berasal dari kotoran kerbau dicampur dengan sekam
yang dibakar.
“batuan cadas ini sangat sulit
untuk ditanami karena tidak adanya sifat basa pada tanah, maka saya
berinisiatif membuat pupuk sendiri.” Tukasnya.
Komposisi pupuk ini sangat mudah
dibuat yaitu tanah, kotoran kerbau dan sekam, mula-mula tanah diayak agar
terpisah antara tanah dan batuan, setelah itu dicampur dengan kotoran kerbau
baru setelah itu dicampur dengan sekam yang sebelumnya diolah.
Cara ini terbilang ampuh karena
sayuran yang ditanam di media tanam ini tumbuh subur. Oleh karena itu Lapas
Cilegon sedang bersiap untuk memproduksi pupuk ini secara masal. Dengan adanya
produksi pupuk ini maka secara financial pupuk produksi Lapas Cilegon akan
menghasilkan pendapatan.
Menurut Dadang Suhanda petugas
perkebunan Lapas Cilegon, “sampel pupuk kami diminati ketika ada pameran karya
Narapidana yang diselenggarakan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Banten, banyak yang pesan pupuk dari Lapas Cilegon” tutupnya.
Kontributor-Fajar
Langganan:
Postingan (Atom)














