Selasa, 23 Februari 2016

LAPAS CILEGON ADAKAN PEMERIKSAAN HIV/AIDS KEPADA WARGA BINAAN



Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Cilegon mengadakan pemeriksaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan mengenai bahaya Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Menurut Indah, petugas dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon “kami memberikan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS bagi warga binaan Lapas Cilegon, karena penyakit ini sangat mudah untuk menular baik itu dari jarum suntik, narkoba, bergonta-ganti pasangan, di Lapas ini kan mayoritas penghuninya adalah penyalahguna narkoba oleh karena itu kami diundang untuk mengadakan pemeriksaan”, tuturnya.

Penyuluhan dan pemeriksaan ini diikuti oleh 43 WBP Lapas Cilegon, dan dilaksanakan di klinik kesehatan Lapas Cilegon, tim dari Dinas Kesehatan berjumlah lima orang terdiri dari, dua dokter dan petugas laboratorium. Sebelum dilakukan pemeriksaan, diberikan penyuluhan terlebih dahulu tentang bahaya dari HIV/AIDS oleh tim dari Dinas Kesehatan.

Ditemui ketika acara berlangsung Kepala Lapas Cilegon, Andi menuturkan “pemeriksaan ini sangat penting untuk mengetahui apakah di Lapas Cilegon ditemui adanya Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), apabila nanti ditemukan (positif HIV/AIDS – red) maka akan dilakukan pemeriksaan lebih intensif”. Kata Mantan Kepala Pengamanan Rumah Tahanan (KPR) Salemba ini.

“Semoga saja Warga Binaan kami negative semua” tutupnya.
  

Kontributor-Fajar

Senin, 22 Februari 2016

LAPAS CILEGON GANDENG YAYASAN MARHAEN BERIKAN MOTIVASI KEPADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN


Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III (Lapas) Cilegon bekerjasama dengan Yayasan Marhaen yang beralamat di Bekasi memberikan penyuluhan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar mempunyai semangat dalam menjalani masa hukuman di dalam Lapas Cilegon, Selasa (23/2/2016) pagi.
“kami memberikan motivasi agar para tahanan disini mempunyai semangat, dan tidak berputus asa walaupun mereka dihukum,” ujar Gersom motivator dari yayasan Marhaen.
Penyuluhan ini diikuti oleh 50 WBP yang sedang menjalani masa pidana di Lapas Cilegon, materi yang diberikan berupa motivasi kepada para WBP agar tabah dalam menjalani masa hukuman. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB, dan dibuka oleh Gersom dengan menyampaikan kiat-kiat dalam mengahadapi masalah yang dihadapi.
“ketika menghadapi masalah pertama yang harus dilakukan jangan panic, karena ketika kita panik maka pikiran kita pasti kosong dan tidak mempunyai jalan keluar untuk menghadapi masalah”. Lanjutnya.
Salah satu Warga Binaan yang kita minta pendapat mengapresiasi adanya penyuluhan ini, “kami mempunyai semangat lagi pak setelah mendapat motivasi ini,” tutur WBP berinisial Hn ini.
Penyuluhan ini diselenggarakan berkat kerjasama antara Lapas Cilegon dengan Yayasan Marhaen setiap satu bulan sekali.

Kontributor-Fajar

Minggu, 21 Februari 2016

Geliat Program Pembinaan Lapas Cilegon

Selain menggalakkan kegiatan penghijauan Lapas Cilegon juga melaksanakan kegiatan bimbingan kerja bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, kegiatan itu mendorong WBP untuk aktif dan kreatif agar ketika mereka kembali ke dalam masyarakat merak sudah dibekali dengan berbagai keterampilan, salah satu kegiatan bimbingan kerja yang paling banyak diminati adalah pembuatan kerajinan tangan berbahan kertas Koran, dari kertas Koran ini di buat menjadi bebagai kerajinan contohnya jam dinding, lampu tidur, vas bunga, dan masih banyak yang lain
 











Salah satu kegiatan WBP di Lapas Cilegon
Salah satu yang paling banyak digemari adalah jam dinding motif terbuat dari Koran bahkan jam ini sudah banyak dipesan dari masyarakat luar, petugas bimbingan kerja memasarkan produk ini melalui media sosial dan jejaring sosial, ada juga yang dijual melalui took online.
 











Salah satu hasil kerajinan WBP Lapas Cilegon



Selain diberikan keahlian dalam hal membuat kerajinan Warga Binaan Pemasyarakatan juga dibekali bimbingan rohani, setiap hari WBP diberi kegiatan pengajian oleh ustadz, baca Al-Qur’an diharapkan walaupun WBP terpenjara di dalam namun tidak menyurutkan niat untuk tetap beribadah kepada Allah SWT. Bahkan pada saat kegiatan memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW., Lapas Cilegon menyelenggarakan berbagai macam lomba, seperti lomba ceramah, lomba adzan dll.
 











Kalapas Cilegon saat memberikan sambutan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW.
 











Pemenang lomba berfoto bersama dengan Kalapas Cilegon
Selain itu juga Lapas Cilegon turut serta dalam kegiatan perbaikan jalan sekitar Lapas, dengan mengerahkan 12 WBP yang di awasi sepenuhnya oleh petugas, penambalan jalan yang berlubang di sekitar Lapas sangat diapresiasi oleh masyarakat sekitar, jalan yang tadinya berlubang sekarang sudah terlihat rapi. Masyarakat sangat berterima kasih kepada pihak Lapas karena jalan memang sudah parah dan sampai saat ini belum ada perhatian dari pihak Pemerintah Kota Cilegon.
 











Acara Bhakti lingkungan Petugas dan WBP

Mengubah Lahan Tidur Menjadi Lahan Produktif Ala Kalapas Cilegon

LAPAS CILEGON MEMBANGUN LAHAN TIDUR MENJADI LAHAN PRODUKTIF




Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas III Cilegon adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Banten, Lapas Cilegon berada di Link Karotek Jl. Cikerai Kp. Koweni Kelurahan Kalitimbang Kecamatan Cibeber Kota Cilegon ini mempunyai kapasitas hunian 1300 Warga Binaan (WBP), kapasitasnya terbesar diantara UPT se – Banten, tetapi jumlah penghuni sampai dengan tanggal 19 Februari sebanyak 284 WBP, ini dikarenakan terbatasnya personil yang ada di Lapas Cilegon, jumlah pegawai secara keseluruhan adalah 37 pegawai, dari 37 pegawai 16 diantaranya adalah komandan jaga, P2U dan regu jaga. Praktis dengan jumlah ini personil di Lapas Cilegon sangat minim mengingat jumlah Blok hunian yang harus dijaga yaitu 3 blok ditambah dengan pos jaga yang berjumlah 6. Namun hal ini tidak menyurutkan langkah kami untuk terus mengabdi kepada negeri, hal ini justru mendorong kami untuk tetap waspada dan merapatkan barisan untuk menjaga agar Lapas Cilegon dalam keadaan yang kondusif.


Kalapas Cilegon turun gunung dalam pengolahan lahan tidur di Lapas Cilegon

Lapas cilegon berdiri diatas + 5 hektar tanah yang berupa cadas dan batuan, oleh karena itu sangat mustahil untuk ditanami pohon ataupun sayuran. Akhir-akhir ini Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Cilegon Andi M Syarif sedang gencar melakukan cocok tanam di lahan area Lapas Cilegon yang berupa lahan tandus (cadas-red). Melihat struktur tanah di lingkungan Lapas yang berupa batuan cadas, Kalapas yang asli dari Makasar ini tak habis akal, beliau membuat ramuan pupuk yang berasal dari kotoran kerbau dicampur dengan sekam yang dibakar. Kalapas yang setiap sore turun langsung dalam pengolahan tanah ini punya trik jitu agar tanah yang tidak produktif menjadi lahan yang produktif, sebelum tanah diolah, seperti biasa tanah dicangkul agar lebih gampang dalam pengolahan lalu media yang akan dijadikan pupuk adalah kompos yang terdiri dari kotoran ternak dicampur dengan sekam.







               







Kalapas Cilegon memberikan arahan agar tanah diolah dengan benar

Cara ini terbilang ampuh karena sayuran yang ditanam di media tanam ini tumbuh subur. Di area depan gerbang Lapas ditanami dengan berbagai sayuran dan buah-buahan seperti, kangkung, terong, papaya dan mangga.
 










Warga Binaan sedang mengolah tanah untuk dijadikan pupuk

Begitu juga dengan area dalam Lapas Cilegon, di sekitar area masjid ditanami dengan jahe merah dan tanaman bunga, berkat tangan dingin Andi (kalapas-red) tanah yang awalnya tandus dan tidak bisa ditanami sekarang menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan.
 
















Kalapas Cilegon mengajari warga cara menanam sayuran



           









Tanaman jahe merah yang tumbuh subur di lahan tandus.


Kamis, 04 Februari 2016

LAPAS CILEGON GANDENG POLRES GELAR RAZIA


Cilegon, INFO_PAS, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III (Lapas) Cilegon bekerjasama dengan Satresnarkoba Polres Cilegon melaksanakan kegiatan Inspeksi Mendadak (sidak) di Lapas Cilegon terkait maraknya berita tentang narkoba di dalam Lapas, dalam operasi ini tidak diketemukan benda-benda yang mencurigakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Narkotika dan sejenisnya yang menjadi sasaran, tak ditemukan meski polisi menggeledah setiap kamar yang terdapat di Blok A, Blok B, dan Blok tahanan perempuan saat razia, Kamis (4/2/2016) sore.
“Lapas adalah salah satu target utama kita karena diduga banyak pengendali narkoba dari lapas. Setelah kita cek semua, terutama kamar tahanan narkoba di Lapas CIlegon, sejauh ini tidak ditemukan (narkoba),” ujar Kasatresnarkoba Polres Cilegon AKP Gogo Galesung.
Sidak ini tidak hanya dilaksanakan di dalam kamar hunian tetapi di seluruh area Lapas seperti di lokasi perkebunanan, di area sekitar Blok hunian, di Poliklinik, di area Balai Latihan Kerja. Hasilnya tetap sama, nihil.
Disinggung mengenai apakah ada sasaran tertentu dalam sidak ini Gogo member pernyataan. “Secara detail, saya belum bisa jelaskan karena masih dalam penyelidikan. Yang pasti kita harus aksi dan bereaksi keras dengan adanya kejadian-kejadian peredaran narkoba di lapas,” kata mantan Kasat narkoba Polres Lebak ini.
Di tempat yang sama, Kepala Lapas Kelas III Cilegon Andi M Syarif mengatakan, dari 276 penghuni lapas, 50 persen di antaranya adalah narapidana kasus narkoba. Dirinya mengaku mengapresiasi adanya razia. “(Razia) ini kan demi kepentingan bersama. Yang pasti kami juga berupaya maksimal dalam pemberantasan narkoba. Seperti melalui peningkatan pengawasan dan pengetatan penjagaan setiap tamu yang masuk. Kita geledah badan dan barang, meskipun dengan segala keterbatasan personel kita,” katanya.

Kontributor-Fajar

Kalapas Cilegon : "mari menanam sayur"


Cilegon, INFO_PAS, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon Andi M Syarif sedang gencar melakukan cocok tanam berupa tanaman sayuran. Melihat struktur tanah di lingkungan Lapas yang berupa batuan cadas, Kalapas yang asli dari Makasar ini tak habis akal, beliau membuat ramuan pupuk yang berasal dari kotoran kerbau dicampur dengan sekam yang dibakar.
“batuan cadas ini sangat sulit untuk ditanami karena tidak adanya sifat basa pada tanah, maka saya berinisiatif membuat pupuk sendiri.” Tukasnya.
Komposisi pupuk ini sangat mudah dibuat yaitu tanah, kotoran kerbau dan sekam, mula-mula tanah diayak agar terpisah antara tanah dan batuan, setelah itu dicampur dengan kotoran kerbau baru setelah itu dicampur dengan sekam yang sebelumnya diolah.
Cara ini terbilang ampuh karena sayuran yang ditanam di media tanam ini tumbuh subur. Oleh karena itu Lapas Cilegon sedang bersiap untuk memproduksi pupuk ini secara masal. Dengan adanya produksi pupuk ini maka secara financial pupuk produksi Lapas Cilegon akan menghasilkan pendapatan.
Menurut Dadang Suhanda petugas perkebunan Lapas Cilegon, “sampel pupuk kami diminati ketika ada pameran karya Narapidana yang diselenggarakan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Banten, banyak yang pesan pupuk dari Lapas Cilegon” tutupnya.

Kontributor-Fajar