LAPAS CILEGON
MEMBANGUN LAHAN TIDUR MENJADI LAHAN PRODUKTIF
Lembaga Pemasyarakatan (lapas)
Kelas III Cilegon adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah
naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Banten, Lapas
Cilegon berada di Link Karotek Jl. Cikerai Kp. Koweni Kelurahan Kalitimbang
Kecamatan Cibeber Kota Cilegon ini mempunyai kapasitas hunian 1300 Warga Binaan
(WBP), kapasitasnya terbesar diantara UPT se – Banten, tetapi jumlah penghuni
sampai dengan tanggal 19 Februari sebanyak 284 WBP, ini dikarenakan terbatasnya
personil yang ada di Lapas Cilegon, jumlah pegawai secara keseluruhan adalah 37
pegawai, dari 37 pegawai 16 diantaranya adalah komandan jaga, P2U dan regu
jaga. Praktis dengan jumlah ini personil di Lapas Cilegon sangat minim
mengingat jumlah Blok hunian yang harus dijaga yaitu 3 blok ditambah dengan pos
jaga yang berjumlah 6. Namun hal ini tidak menyurutkan langkah kami untuk terus
mengabdi kepada negeri, hal ini justru mendorong kami untuk tetap waspada dan
merapatkan barisan untuk menjaga agar Lapas Cilegon dalam keadaan yang
kondusif.
Kalapas Cilegon turun gunung dalam pengolahan lahan tidur di Lapas Cilegon
Lapas cilegon berdiri diatas +
5 hektar tanah yang berupa cadas dan batuan, oleh karena itu sangat mustahil
untuk ditanami pohon ataupun sayuran. Akhir-akhir ini Kepala Lembaga
Pemasyarakatan (Kalapas) Cilegon Andi M Syarif sedang gencar melakukan cocok
tanam di lahan area Lapas Cilegon yang berupa lahan tandus (cadas-red). Melihat
struktur tanah di lingkungan Lapas yang berupa batuan cadas, Kalapas yang asli
dari Makasar ini tak habis akal, beliau membuat ramuan pupuk yang berasal dari
kotoran kerbau dicampur dengan sekam yang dibakar. Kalapas yang setiap sore
turun langsung dalam pengolahan tanah ini punya trik jitu agar tanah yang tidak
produktif menjadi lahan yang produktif, sebelum tanah diolah, seperti biasa
tanah dicangkul agar lebih gampang dalam pengolahan lalu media yang akan
dijadikan pupuk adalah kompos yang terdiri dari kotoran ternak dicampur dengan
sekam.
Kalapas Cilegon memberikan
arahan agar tanah diolah dengan benar
Cara ini terbilang ampuh karena sayuran yang ditanam di
media tanam ini tumbuh subur. Di area depan gerbang Lapas ditanami dengan
berbagai sayuran dan buah-buahan seperti, kangkung, terong, papaya dan mangga.
Warga Binaan sedang
mengolah tanah untuk dijadikan pupuk
Begitu juga dengan area dalam Lapas Cilegon, di sekitar area
masjid ditanami dengan jahe merah dan tanaman bunga, berkat tangan dingin Andi
(kalapas-red) tanah yang awalnya tandus dan tidak bisa ditanami sekarang
menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan.
Kalapas Cilegon mengajari
warga cara menanam sayuran
Tanaman jahe merah yang tumbuh
subur di lahan tandus.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar