Minggu, 21 Februari 2016

Mengubah Lahan Tidur Menjadi Lahan Produktif Ala Kalapas Cilegon

LAPAS CILEGON MEMBANGUN LAHAN TIDUR MENJADI LAHAN PRODUKTIF




Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas III Cilegon adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Banten, Lapas Cilegon berada di Link Karotek Jl. Cikerai Kp. Koweni Kelurahan Kalitimbang Kecamatan Cibeber Kota Cilegon ini mempunyai kapasitas hunian 1300 Warga Binaan (WBP), kapasitasnya terbesar diantara UPT se – Banten, tetapi jumlah penghuni sampai dengan tanggal 19 Februari sebanyak 284 WBP, ini dikarenakan terbatasnya personil yang ada di Lapas Cilegon, jumlah pegawai secara keseluruhan adalah 37 pegawai, dari 37 pegawai 16 diantaranya adalah komandan jaga, P2U dan regu jaga. Praktis dengan jumlah ini personil di Lapas Cilegon sangat minim mengingat jumlah Blok hunian yang harus dijaga yaitu 3 blok ditambah dengan pos jaga yang berjumlah 6. Namun hal ini tidak menyurutkan langkah kami untuk terus mengabdi kepada negeri, hal ini justru mendorong kami untuk tetap waspada dan merapatkan barisan untuk menjaga agar Lapas Cilegon dalam keadaan yang kondusif.


Kalapas Cilegon turun gunung dalam pengolahan lahan tidur di Lapas Cilegon

Lapas cilegon berdiri diatas + 5 hektar tanah yang berupa cadas dan batuan, oleh karena itu sangat mustahil untuk ditanami pohon ataupun sayuran. Akhir-akhir ini Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Cilegon Andi M Syarif sedang gencar melakukan cocok tanam di lahan area Lapas Cilegon yang berupa lahan tandus (cadas-red). Melihat struktur tanah di lingkungan Lapas yang berupa batuan cadas, Kalapas yang asli dari Makasar ini tak habis akal, beliau membuat ramuan pupuk yang berasal dari kotoran kerbau dicampur dengan sekam yang dibakar. Kalapas yang setiap sore turun langsung dalam pengolahan tanah ini punya trik jitu agar tanah yang tidak produktif menjadi lahan yang produktif, sebelum tanah diolah, seperti biasa tanah dicangkul agar lebih gampang dalam pengolahan lalu media yang akan dijadikan pupuk adalah kompos yang terdiri dari kotoran ternak dicampur dengan sekam.







               







Kalapas Cilegon memberikan arahan agar tanah diolah dengan benar

Cara ini terbilang ampuh karena sayuran yang ditanam di media tanam ini tumbuh subur. Di area depan gerbang Lapas ditanami dengan berbagai sayuran dan buah-buahan seperti, kangkung, terong, papaya dan mangga.
 










Warga Binaan sedang mengolah tanah untuk dijadikan pupuk

Begitu juga dengan area dalam Lapas Cilegon, di sekitar area masjid ditanami dengan jahe merah dan tanaman bunga, berkat tangan dingin Andi (kalapas-red) tanah yang awalnya tandus dan tidak bisa ditanami sekarang menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan.
 
















Kalapas Cilegon mengajari warga cara menanam sayuran



           









Tanaman jahe merah yang tumbuh subur di lahan tandus.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar